Sering dengar kata bullying? Jawabannya pasti “Ya”. Istilah ini mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga orang Indonesia. Apalagi Indonesia menempati ranking kedua di dunia sebagai Negara tertinggi untuk kasus bullying di sekolah (WHO, 2007). Kebayangkan betapa maraknya kasus ini, hingga masih hangat dibicarakan hingga saat ini. Perilaku bullying ini sejatinya bukan hanya terjadi dikalangan anak-anak maupun remaja, tetapi juga pada usia dewasa, entah itu di lingkungan sekolah atau kampus, tempat kerja, lingkungan sosial, atau di tempat lainnya.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Masruroh, dkk (2016) mengenai perilaku bullying disekolah, menunjukkan hasil bahwa pelaku bullying rata-rata adalah siswa laki-laki. Sebaliknya siswa perempuan lebih banyak menjadi korban bullying dari pada siswa laki-laki. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa perempuan memang cenderung lebih mengedepankan perasaan dari pada pemikirannya, sedangkan laki-laki sebaliknya. Makanya perempuan lebih cepat baper, tersinggung, dianggap lemah, sehingga sering menjadi korban bullying dari temannya yang lebih berkuasa. Sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang melakukan bullying. Mulai dari akibat pola asuh orangtua yang terlalu otoriter atau permisif, perilaku konformitas teman sebaya, hasil belajar dari mengamati dan meniru perilaku agresif orang lain, baik secara langsung maupun melalui media elektronik seperti film dan video ditelevisi, internet atau youtube.
Apasih dampak yang ditimbulkan dari bullying? Dampaknya tidak main-main, karena bisa merusak fisik dan mental. Awalnya mungkin belum terlalu terasa, tapi kalau sudah keseringan bisa berujung pada gangguan mental, seperti stress, depresi, kehilangan motivasi hidup hingga berujung pada bunuh diri. Sangat berbahayakan ? Nah, supaya gak jadi korban bullying, simak beberapa hal berikutini:
1. Percaya Diri
Anda termasuk orang percaya diri gak? Kalau tidak, Anda harus mulai meningkatkan kepercayaan diri Anda. Seseorang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi sudah pasti memiliki harga diri yang tinggi pula. Sehingga tidak mudah bagi mereka untuk dijatuhkan atau diremehkan apalagi di bully, karena mereka akan bersikeras untuk mempertahankan harga dirinya diberbagai kesempatan. Perlu diingat, maksud percaya diri yang tinggi disini bukan berarti over confidenceya. Keduanya beda loh, seseorang yang sudah over confidence biasanya perilaku yang ditunjukkannya melebihi batas kewajaran, dan terkadang mengindikasikan bahwa harga dirinya sudah hilang, sehingga dipandang negatif oleh orang lain. Oleh karena itu, juga berpotensi menjadi korban bullying.
2. Berani/Kuat
2. Berani/Kuat
Ini adalah sifat yang paling penting untuk dimiliki agar terhindar dari bullying. Mengapa? Karena pelaku-pelaku bullying menginca rorang-orang yang mereka anggap lemah secara fisik maupun mental untuk dijadikan korban. Sebagaimana yang dikatakan oleh Coloroso (Amrina, 2013) bahwa “bullying merupakan perbuatan atau perkataan yang menimbulkan rasa takut atau tertekan baik secara fisik maupun mental yang dilakukan secara terencana oleh pihak yang merasa lebih berkuasa terhadap pihak yang dianggap lebih lemah”.Jadi kuatkan dan beranikan diri Anda agar tidak dianggap lemah oleh orang lain.
3. Menghargai Orang Lain
Apa iya menghargai orang lain bisa terhindar dari pelaku bullying? Ya. Pasalnya jika Anda menghargai orang lain secara tulus dan tidak dibuat-buat, orang lain pun akan melakukan hal yang sama pada diri Anda, mereka akan merasa segan untuk melakukan hal yang buruk pada Anda karena yang dipikirannya, Anda adalah sosok yang baik dan penuh penghargaan. Maksud menghargai disini bisa dalam bentuk pendapat maupun tindakan Anda terhadap orang lain.
4. Berteman dengan Banyak Orang
Perlu diingat bahwa sipelaku selalu mencari orang-orang yang diaanggap lebih rendah dari dirinya. Mereka sudah pasti mengincar orang-orang yang suka menyendiri, terlihat lemah, dan tidak punya banyak teman. Oleh karena itu, seringlah berbaur atau berkumpul dengan orang lain. Carilah teman sebanyak mungkin, agar jika Anda berada dalam kesusahan, ada yang bisa membantu Anda, dan yang paling penting, Anda tidak terlihat sendirian.
5. Mengikuti Kegiatan-kegiatan Positif
Dari pada sering menyendiri dan tidak tau mau ngapain, lebih baik Anda mengikuti berbagai kegiatan-kegiatan positif yang bisa mengembangkan kecakapan yang Anda miliki. Seperti perlombaan, kegiatan ekstrakurikuler, organisasi dan kegiatan sosial lainnya. Jika Anda sering terlibat dalam berbagai kegiatan, sudah pasti Anda akan punya banyak relasi, dan orang lain akan mengetahui kemampuan yang Anda miliki, serta orang lain akan menganggap bahwa Anda punya kepribadian yang kuat, suka bekerja keras dan tidak mudah menyerah. Sehingga tidak ada waktu bagi Anda untuk dijadikan korban bullying.
Itulah 5 hal di atas yang harus Anda lakukan agar terhindar dari bullying. Tapi bagaimana jika Anda sudah jadi korban bullying?? Jawabannya bisa Anda simak pada video berikut ini:
Jangan biarkan diri Anda menjadi korban bullying, karena seseorang yang dulunya adalah korban bullying juga berpotensi menjadi pelaku bullying. Jika sudah seperti itu, maka perilaku bullying ini akan semakin susah untuk ditangani dan tidak akan ada hentinya. Selain itu akan berdampak negatif pada hubungan sosial, prestasi, dan kinerja Anda. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya preventif seperti penanaman 5 hal diatas pada diri Anda, sebagaimana kata orang bijak bahwa “lebih baik mencegah dari pada mengobati”. Artinya lebih mudah melakukan pencegahan dari pada mengobati, mudah yang dimaksud disini yaitu tidak memerlukan lebih banyak tenaga, pikiran dan tentunya biaya. So, kalau sudah paham, jangan lupa diimplementasikan ya, dan selalu tanamkan pada diri sendiri untuk katakan STOP BULLYING!






Tidak ada komentar:
Posting Komentar